Vaksinasi Massal di Kecamatan Pengabuan ditinjau Bupati Sekda Kunker ke Kabupaten Batang hari mewakili Bupati Bupati :Peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu cara Mengagungkan Rasulullah SAW Pelaksanaan Diseminasi Haji dan Umroh 2021 Narasumbernya adalah Bupati Hj. Fadillah Sadat silaturrahmi ke PAUD Anggrek

Home / Berita / Daerah

Selasa, 8 Maret 2022 - 15:31 WIB

Bupati :Kita memerlukan dana yang cukup banyak terkait sanitasi

Suaratanjab.com-Kuala Tungkal

Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat M.Ag hadiri sosialisasi Ran Pasti rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting indonesia regional 1 yang digelar secara virtual zoom metting. Selasa(08/03).

Ketua panitia, Patona mengatakan BKKBN mendapat mandat sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting, percepatan ini adalah sebuah tugas besar yang menurutnya diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa bahkan masyarakat. Stunting regional 1 terdiri dari 8 Provinsi dan 86 Bupati/Walikota.

Untuk diketahui, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ditetapkan target penurunan prevalensi stunting dari 24% menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.
” Percepatan penurunan stunting saat ini semakin dikebut, untuk capai target, pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki strategis dengan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI)”.ujarnya.

READ  Wabup:banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah gizi

Lebih lanjut, Dr. Ir. Suprayoga Hadi, M.S.P. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres RI selaku Wakil Ketua Pelaksana mengatakan, saat ini Presiden tekankan beberapa poin, yang salah satunya pada Tahun 2024 harus mencapai penurunan angka stunting mencapai 14%.

Ini merupakan tantangan, laju percepatan ini harus kita pacu lagi, telah disusun rencana aksi nasional, Ranpasti ini menjadi sebagai acuan bagi pemerintah sesuai dengan permasalahan masing-masing daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag dalam pemaparannya menjelaskan Kabupaten Tanjab Barat kurang lebih dengan populasi 321.471 jiwa, terdiri dari 13 Kecamatan, 20 kelurahan dan 114 Desa, geografisnya berada dipesisir yang sangat berkaitan dengan stunting sanitasi dan air bersih. Terkait hal itu, Bupati berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat, khususnya terkait sanitasi.
” Kita memerlukan dana yang cukup banyak terkait sanitasi, dari 114 desa ada 15 desa yang sangat memprihatinkan, mudahan-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah pusat,” harap Bupati.

READ  Pada Peringatan hari Pahlawan ketua DPRD turut hadir

Selain itu, air bersih dan air minum juga merupakan hal yang sangat vital bagi penurunan angka stunting, sampai saat ini kita sangat sulit untuk melakukan pengeboran, air yang kita dapatkan belum memadai dan belum higienis untuk diminum. Pada tahun 2020 angka stunting di tanjab barat 44 % ditahun 2022 ini kita sudah melakukan penurunan yang signifikan 19,8 %,” tambahnya.
” Kami mohon kepada pemerintah pusat bagi Kabupaten / Kota yang dapat melakukan penurunan stunting yang cukup tajam untuk diberikan aspresiasi, sehingga kita mampu melakukan upaya-upaya masif lainnya untuk menekan angka stunting, khususnya di Tanjab Barat”. Tutup bupati.

Share :

Baca Juga

Berita

Balai Adat di Merlung ditinjau Bupati dan wabup

Berita

Bupati Tanjabbar Hadiri Monitoring dan Evaluasi Kerjasama Antara Pemkab dan STTKD

Berita

Polsek Sungai Gelam rutin berPatroli sebagai Antisipasi kejahatan terutama Gank Motor

Advetorial

Penanaman Pohon Mangrove oleh Bupati dan Kapolda Jambi

Advetorial

Pasien 05 Covid-19 Tanjabbarat dinyatakan sembuh

Advetorial

Pengukuhan Paskibraka Tanjabbarat oleh Bupati

Berita

Wabup KUNKER ke Kementrian Pertanian

Berita

Vaksin massal Pimpinan dan anggota DPRD Tanjabbarat