Bupati melakukan pertemuan dengan Kepala Bagian Promosi Batam Bupati menjadi Pengisi Materi pada Latihan Kader Tingkat Nasional HMI Peringatan Usro’ Mi’raj tahun 1444 H dihadiri Bupati Ketua DPRD Reses diLubuk Terentang warga menyambut dengan hangat DPRD Tanjung Jabung Barat Lakukan Reses Masa Sidang II ke Dapil Jaring Aspirasi Masyarakat

Home / Uncategorized

Senin, 2 Juni 2025 - 13:02 WIB

Bupati jadi Inspektur Upacara pada Hari Lahir Pancasila 2025

Kuala Tungkal – Suaratanjab.com

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Alun-Alun Kota Kuala Tungkal dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” Senin (2/6).

Upacara peringatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanjab Barat, Pimpinan DPRD Tanjab Barat, Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua TP PKK Tanjab Barat, Ketua GOW Tanjab Barat, Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Ketua DWP Tanjab Barat, Para Kepala OPD, Para Camat, Instansi Vertikal, Pimpinan Perbankan, BUMN-BUMD, ASN dan TKK, TNI, Polri, Siswa, ORMAS, OKP dan undangan lainnya.

Membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP), Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekedar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945, Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

READ  Peresmian Posko'86 oleh Cici Halimah dan Muklis disambut Antusias Pendukungnya

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia dan dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Tanjab Barat mengatakan bahwa dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045 dan salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

READ  HUT Bank Jambi ke-62 turtu dihadiri Ketua DPRD Tanjabbarat

“Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” tegasnya.

Bupati Tanjab Barat juga mengajak semuanya untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila.

“Akhirnya, marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegar,” tutupnya.

Sebagai rangkaian penutup kegiatan, Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada anggota Paskibraka Tahun 2024 serta Paskibraka yang telah mewakili Kabupaten Tanjung Jabung Barat di tingkat Provinsi Jambi.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Wabup hadiri kegiatan Kunker Kapolda Jambi ke Polres Tanjabbarat

Uncategorized

Bupati Salurkan Bantuan dan Santunan melalui Safari Subuh di Masjid AL-Muttaqin

Uncategorized

Acara Peluncuran Pilkada Serentak 2024 KPU dihadiri Ketua DPRD Tanjabbarat

Uncategorized

Di Momen Milad ke-60 Bupati Anwar Sadat santuni anak Yatim

Uncategorized

Bimbingan Manasik Haji Tahun 1445 H/2024 M dibuka Secara Resmi oleh Bupati

Uncategorized

Bupati : pentingnya kerjasama ini sebagai landasan menciptakan dan memelihara harmonisasi dalam pembangunan

Uncategorized

Safari Jumat Bupati di Masjid Raya Nurul Salaf Kuala Betara

Uncategorized

Kapolres : Pilkada adalah momen yang rawan karena potensi pertemuan langsung antara kandidat dan pemilih yang bisa memicu konflik