Bupati melakukan pertemuan dengan Kepala Bagian Promosi Batam Bupati menjadi Pengisi Materi pada Latihan Kader Tingkat Nasional HMI Peringatan Usro’ Mi’raj tahun 1444 H dihadiri Bupati Ketua DPRD Reses diLubuk Terentang warga menyambut dengan hangat DPRD Tanjung Jabung Barat Lakukan Reses Masa Sidang II ke Dapil Jaring Aspirasi Masyarakat

Home / Berita / Daerah / Kesehatan

Kamis, 17 Maret 2022 - 15:13 WIB

Wabup:banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah gizi

Suaratanjab.com-Kuala Tungkal

Wakil Bupati Tanjung jabung Barat, Hairan, SH secara resmi rembuk Stunting dan Sinergitas Program Kegiatan Intervensi Sensitif (Askes Air Bersih dan Sanitasi, Pelayanan Gizi dan Kesehatan Peningkatan Kesadaran Pengasuhan dan Akses Pangan Bergizi) untuk Desa Lokus 2023, Kamis (17/03).

Kegiatan yang dilaksanakan Aula Kantor Bappeda Lantai 3 ini, juga dihadiri langsung oleh Unsur Forkopimda, Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting, Kepala OPD terkait, Organisasi Profesi, Organisasi Wanita, Organisasi Masyarakat, para camat, dan Kepala Desa Lokasi Khusus.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat sampaikan bahwa berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), angka balita stunting tahun 2020 dari 44,% turun menjadi 21,8 %, sedangkan pada tahun 2021 angka stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat turun menjadi 19,8%, yang mana Tanjab barat termasuk dalam tiga Kabupaten terbaik dalam penurunan angka  stunting berdasarkan survei gizi nasional (SGI).

READ  Bupati Jenguk Ustadz Abdul Wahab Wahid di RSUD KH.Daud Arif

Target penurunan stunting sudah dicantumkan di dalam RPJMD 2021-2026, sehingga pada masa akhir kepemimpinan saya pada tahun 2024 sudah harus mencapai 14%, hal tersebut tidak terlepas dari peran dan kerjasama kita semua untuk menekan dan mencegah stunting di Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan, Bumi Tanjung Jabung Barat, rumah dan masa depan generasi penerus kita
semua,” ungkap Hairan.

Menurutnya, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah gizi, baik sebab secara langsung seperti kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit Infeksi, mau pun sebab tidak langsung seperti pola asuh yang salah, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan gizi, hygiene sanitasi lingkungan yang kurang sehat, rendahnya sosial ekonomi masyarakat serta karena ketiadaan lapangan pekerjaan.

READ  Rumah Perlindungan Lansia dikunjungi Wakil Ketua DPRD Tanjabbarat

Lebih lanjut Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat mengatakan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting pada tahun 2022 merupakan lanjutan kegiatan Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting yang sudah dimulai pada tahun sebelumnya, yakni pada tahun 2021 yang mana terdapat 15 Desa lokus stunting prioritas yang telah diintervensi dan tahun ini terdapat tambahan Desa lokus Stunting sebanyak 47 Desa lokus untuk tahun 2023.

Wabup berharap melalui rembuk stunting ini, usulan-usulan dari desa dapat di tampung oleh OPD didalam RKPD 2023 dan di input dalam SIPD. Ditambahkannya, semua usulan desa lokus berupa usulan Intervensi sensitif berupa sanitasi dan air bersih, peningkatan kesadaran pengasuhan dan akses pangan bergizi, sedangkan intervensi spesifik itu sudah menjadi SPM Dinas Kesehatan dan Dinas P3AP2KB.

Share :

Baca Juga

Berita

Rapat Paripurna ketiga dihadiri wakil Buoati

Berita

Pejabat Struktural dilantik Bupati

Berita

Wabup hadiri Pesta Pembukaan Lubuk Larangan di Desa Sungai Rotan

Berita

Bahas masalah tata niaga Pinang Bupati Gelar Pertemuan Bersama Gubernur Jambi

Berita

Sekda : dari 2018 lalu Pemda sudah menerapkan sistim non tunai

Berita

Wabup Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid KLA Tahun 2023

Agama

Bupati:Bulan Rajab adalah bulan yang tepat untuk kita bertobat dengan memperbanyak Istighfar

Agama

Desa Tanjung Paku menjadi Tujuan safari Ramadhan Pemkab kali ini