oleh

Rapat Paripurna DPRD dan Pemkab Tanjung jabung Barat pada Akhir tahun 2016

SUARATANJAB.COM, KUALA TUNGKAL – Menjelang akhir tahun 2016 Pemkab dan DPRD Tanjab Barat masing–masing mengusulkan dua Raperda.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Tanjab Barat dengan agenda penyampaian Nota Pengantar 2 Raperda Usulan dari Eksekutif dan Penyampaian Pengantar/Penjelasan Badan Pembentukan Perda terhadap 2 Raperda Inisiatif DPRD.

Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Mulyani Siregar, SH didampingi Wakil Ketua Ahmad Jahfar, SH dan 20 anggota lainnya. Dihadiri Bupati Dr. Ir. H. Safrial, MS, Wakil Bupati Drs. H. Amir Sakib, Kapolres AKBP AKBP Agus Sumartono, SIK, SH, MH, Kepala Pengadilan Agama, Sekda Drs. H. Ambok Tuo, MM, Asisten, Staf ahli, Pejabat Eselon II dan III, Kepala SKPD, kepala Instansi Vertikal, Dir BUMD, Perbankan dan mas media, Jumat (25/11/16).

Pengusulan Badan Pembentukan dua Raperda yang terdiri dari usulan eksekutif, disampaikan oleh Bupati H. Safrial yaitu Raperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa dan Raperda tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok.

Sedangkan Badan Pembentukan Raperda Inisiatif DPRD disampaikan oleh Anggota DPRD H. Assek diantaranya Raperda tentang Lembaga Adat Melayu Jambi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Kabupaten Tanjab Barat dan Raperda tentang Larangan Prostitusi dan Perbuatan Asusila di Daerah Kabupaten Tanjab Barat

Wakil Ketua DPRD, Mulyani Siregar, SH, yang memimpin rapat mengatakan usai penyampaian usulan Raperda itu, maka pada jadwal berikutnya mendatang akan dilakukan agenda penyampaian pandangan fraksi.

“Kami harap pembahasan ini dapat diselesaikan secepatnya, sehingga ada empat Perda baru yang direalisasikan pada akhir tahun ini,” katanya.

Terkait Raperda Inisyatif Dewan tentang Larangan Prostitusi dan Perbuatan Asusila tersebut, Ketua DPRD Tanjab Barat Faizal Riza, ST, MM, kepada lintastungkal.com mengungkapkan bahwa Raperda tersebut terlahir dari keperhatinan dewan dengan semakin maraknya praktek prositusi dan ausila di Kabupaten Tanjab Barat.

Faizal Riza mengakui prostitusi adalah salah satu penyebab rusaknya moral generasi daerah kita. Untuk itu kata Dia, jika kita tidak mau melihat moral anak-anak kita rusak, sudah seharusnya praktek prostitusi dihilangkan sampai keakar-akarnya, salah satunya melalui paying hukum Perda ini nantinya.

“Yah, mudah-mudahan Perda yang akan dibuat, dapat menghilangkan praktek prostitusi dan tindak ausila di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” harapnya.

Diketahui pengajuan Rapeda Inisiatif basanya melalui enam paripurna dimulai dengan, pengajuan usulan, berikutnya akan ada penyampaian pandangan fraksi, jawaban dari pengusul, nota penjelasan DPRD, pendapat Bupati, jawaban DPRD dan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Raperda.RIN

image image image

Komentar

News Feed