oleh

Press Release Pembunuhan dijalan Balai marga

SUARATANJAB.COM-TANJAB BARAT – Kapolres Tanjab Barat AKBP Agus Sumartono mengatakan tersangka kasus penganiayaan barat yang terjadi di Jalan Balai Marga dalam Kota Kualatungkal terjerat pasal berlapis. Menurut Agus, tersangka itu AP alias Ari warga dalam Kota Kualatungkal, yang kini sudah menjalankan proses hukuman di Mapolres Tanjab Barat.

“Tersangka itu disangkakan pasal 338 KUH Pidana dan atau pasal 351 ayat 3 KUH Pidana dengan ancaman hukuman max 15 tahun penjara,” ungkap Kapolres kemarin.

Sementara itu, tersangka AP alias Ari kepada wartawan mengaku, hilaf melakukan penusukan kepada korban lantaran sudah kalut dan tak sadarkan diri lagi. Ari menjelaskan, awalnya memang dia berkelahi sama Muhammad Yudi Hermawan. “Memang masalah cewek saya pak, Salsa diburuki sama Sifa, sering dikasi Job. Maka saya timbul kesal dan mencari,” Kata Ari, diceritakannya kemarin.

Menurut Ari, badik yang ditusukan dia kepada korban memang seringkali dibawa nya untuk berdagang jual ikan. “Hampir satu tahun saya sudah berhubungan atau pacaran sama pacar saya itu dan saya juga sayang sama dia pak,” tukasnya seraya menyesal melakukan perbuatan tersebut.

Diingatkan, perkelahian berujung maut gara gara masalah perempuan yang terjadi belum lama ini di Jalan Balai Marga Kec Tungkal Ilir, sekitar pukul 21.00 WIB sempat menggegerkan warga.

Mencoba meleraikan, M Fadly Yusuf Kusmiron alias Aldi bin Bambang Kusmiran (18) pelajar SMK I Kuala Tungkal warga Balai Marga Rt 07 Kel Tungkal III, Kec Tungkal Ilir menjadi korban penusukan hingga meninggal dunia. Kapolres didampingi Kasatreskrim nya AKP Gokma Uliate Sitompul, Kabag Ops R.P Nainggolan dan anggota perwira nya pada jumpa pers, Senin (03/04) kemarin mengingatkan kembali, sekitar sebulan yang lalu sebelum kejadian penusukan ini. saksi Salsa menerima sms dari saksi Nursifa alias Sifa tentang adanya job/order dan sms tersebut dibaca oleh tersangka AP alias Ari (20).

Pada hari Sabtu (01/04) sekitar pukul 19.30 WIB, tersangka bersama saksi Salsa mendatangi kosan saksi Nursifa alias Sifa dengan tujuan klarifikasi maksud sms yang dikirim saksi Sifa ke saksi Salsa. Kemudian tersangka marah marah kepada saksi Sifa dan tersangka menyuruh memanggil pacarnya. Saat saksi Sifa memanggil pacarnya, tersangka memukul saksi Sifa sebanyak 1 kali. Kemudian saksi Sifa langsung memberitahukan kepada pacarnya Muhammad Yudi Hermawan bahwa saksi telah ditinju oleh tersangka AP alias Ari. Lalu saksi Sifa melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke Polres Tanjab Barat, maka anggota piket reskrim bersama unit opsnal mencari keberadaan tersangka AP alias Ari dan saksi Sifa dibonceng salah satu anggota opsnal sat reskrim untuk mencari keberadaan tersangka.

Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka bertemu saksi Muhammad Yudi Hermawan di jalan balai marga (TKP) dimana tersangka sedang berboncengan dengan saksi Salsa lalu tersangka turun dari sepeda motor sedangkan saksi Salsa masih berada di atas motor, tersangka dan saksi Muhammad Yudi Hermawan bertengkar mulut. Selanjutnya saksi Muhammad Yudi Hermawan memukul tersangka mengenai hidungnya lalu tersangka mengambil sebilah pisau yang diselipkan dibagian depan pinggang, karena saksi melihat tersangka memegang pisau, maka saksi langsung Muhammad Yudi langsung berlari dan terjatuh, tersangka menghampiri saksi lalu langsung menikam perut sebelah kanan. Kemudian datang korban yaitu M Fadly Yusuf Kusmoron alias Aldi hendak melerai perkelahian tersebut dari belakang lalu tersangka panik. Kemudian tersangka menikam korban hingga mengenai dada korban sebelah kiri dan tangan korban sebelah kiri, lalu korban berlari arah kerumah sakit namun saat di Gang Antara korban jatuh dan korban dibawa kerumah sakit, saat dirumah sakit, korban telah meninggal dunia.

Setelah melakukan penikaman, tersangka lari kerumahnya dengan membawa sebilah pisau yang digunakan tersangka untuk menikam korban. Tidak lama kemudian, datang unit opsnal untuk menangkap tersangka lalu dibawa ke Polres Tanjab Barat guna dilakukan proses hukum lebih lanjut. “20 menit kita berhasil menangkap pelaku AP alias Ari pelaku tindak pidana yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu bilah pisau jenis badik dengan gagang kayu warna coklat, satu buah sarung pisau jenis badik kayu warna coklat, satu helai baju kaos merk Clasic Jeans warna hitam, satu helai celana jeans merk Hugo Prince warna biru dan satu buah arlogi merk G Shock warna hitam. (IS)

Sumber berita : Jurnal Tanjab

image

image

Komentar

News Feed