oleh

Pelabuhan tikus jalan masuknya barang ilegal di Tanjabbarat

SUARATANJAB.COM-KUALA TUNGKAL – Dugaan aktivitas masuknya barang-barang ilegal yang masuk ke Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat diduga melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang tidak resmi, pelabuhan tanpa izin atau ilegal yang biasa disebut ‘pelabuhan tikus’. Kepulauan Indonesia memang sangat rentan terhadap lalu lintas barang ilegal jalur laut dari berbagai daerah maupun negara.

“Indonesia banyak pintunya. Umumnya masuk melalui pelabuhan tikus. Barang-barang ini masuk ke Kuala Tungkal dan merugikan penerimaan negara, karena tidak membayar pajak,”kata Masyarakat yang enggan di sebutkan namanya saat ditemui media ini di salah satu warung kopi, Jum’at (10/3).

Menurut dia, barang barang ilegal banyak masuk melalui Kepulauan Riau. “Paling banyak dari Batam lalu masuk ke Kuala Tungkal. Apalagi kan Kuala Tungkal berdekatan dengan Kepulauan Riau dan Provinsi Riau,”ujarnya.

Barang barang ilegal itu, datang melalui kapal besar yang selanjutnya didistribusikan. Jumlah yang didistribusikan sebenarnya tidak banyak, namun praktik tersebut berlangsung terus menerus. “Mungkin hanya sedikit. Tapi proses itu terus berkesinambungan,” kata dia.

Lanjut masyarakat yang enggan disebutkan namanya, dia mengatakan, mungkin bisa saja Pelabuhan Tikus itu dilakukan para bandar untuk menyelundupkan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). “Buktinya baru-baru ini kan ada tangkapan narkoba sebesar 8,7 kg, itu kan sangat luar biasa, mungkin itu tangkapan terbesar yang ada di Provinsi Jambi. Untung saja melalui pelabuhan resmi dan aparat kepolisian cepat mengetahui dan menangkap orang yang membawa narkoba tersebut. Kalau seandainya loloskan berbahaya,”tuturnya.

Hal itu membuat lalu lintas peredaran serta ilegal yang masuk ke Indonesia cukup besar. “Di situ Bea Cukai dan Pemerintah daerah setempat harus aktif mengawasi,”terangnya.

Untuk mengurangi peredaran barang barang ilegal ini, “kita sebagai masyarak Kuala Tungkal harus berperan aktif melakukan pengaduan jika ditemukan pelanggaran,”tutupnya. (*)

image


 

Komentar

News Feed