oleh

Minim Stok, Dinkes Minta Serum Anti Rabies ke Provinsi

Ilustrasi Gambaran Serum Rabies
Ilustrasi Gambaran Serum Rabies

KUALA TUNGKAL – Serum Anti Rabies (SAR) sangatlah penting disediakan di setiap Balai Kesehatan. Guna mengantisipasi terjangkitnya virus Rabies akibat gigitan binatang yang mengidap penyakit tersebut.

Namun tidak halnya dengan balai kesehatan di Tanjung Jabung Barat. Satu-satunya balai kesehatan yang memiliki SAR hanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif. Itupun didatangkan dari Provinsi.

Hal ini diketahui setelah sebelumnya diberitakan, jika ada salah seorang pelajar Madrasah Ibtidaiyah yang digigit anjing. Namun hanya disuntik antibiotik.

“Sudah dua tahun ini kita terpaksa minta ke provinsi. Tahun ini kita minta 10, tapi cuma diberi 5,” ucap Kabid P2PL, Dinas kesehatan Tanjab Barat Sekarti Kani Santi Am Keb, kemarin.

Dikatakan, Serum Anti Rabies (SAR) tersebut dibutuhkan bagi korban gigitan binatang. Seperti anjing, kucing dan monyet. Untuk memenuhi kebutuhan serum tersebut, pihak Dinkes terpaksa meminta ke provinsi.

“Keberadaan serum itu sendiri tidak sampai diberikan kepada puskesmas-puskesmas. Tetapi hanya disediakan di RSUD KH Daud Arif. “Jadi, kalau ada orang terkena gigitan binatang yang rabies langsung minta rujuk ke rumah sakit saja,” ucapnya.

Pengakuan Kabid P2PL ini sekaligus membenarkan ketiadaan SAR di Puskesmas Betara. Tidak tersedianya obat anti rabies ini diketahui saat salah seorang siswa MI menjadi korban gigitan anjing di pipi kanannya. Pelajar tersebut hanya disuntik antibiotik.3R/RIN

 

Komentar

News Feed