oleh

Menuju Tanjung Jabung Barat Maju,berdaya saing, Adil Dan sejahtera

Suaratanjab.Com-Kuala Tungkal
Rencana strategis Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat priode 2016-2021 guna terwujudnya visi-misi pemerintah daerah dalam mensejahtera kan masyarakat, sebagaimana yang tertuang dalam dokumen RPPJM daerah ini adalah berlandaskan pada empat komponen penting yang menjadi pekerjaan besar dalam mengusung visi “suci’ yang menuju Tanjungjabung Barat Maju, Berdaya Saing, Adil dan Sejahtera akan terwujud melalui peningkatan penyediaan insfratruktur yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan dan menciptakan tata kelolah pemerintahan yang baik yang didukung oleh sistem setrategis setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terintegrasi dan menyeluruh yang mengedepankan partisipasi masyarakat dan aspirasi stakeholder dalam membangun daerah.

Dalam memasuki tahun keempat priode pemerintahan Tanjungjabung Barat 2016-2021, dan pada tahun 2020 ini dibawah kepemimpinan Bupati DR. Ir. H Safrial MS dan Wakil Bupati Drs. Amir Sakib guna mewujudkan seluruh rencana setrategis pemerintah daerah ini melalui RPJMD yang diwujudkan dengan melaksanakan kegiatan pembangunan. Meliputi penyediaan infrastruktur daerah guna memperkecil angka kemiskinan, dimana Tanjung jabung Barat tercatat wilayah termiskin kedua se Provinsi Jambi, menurut data yang dimiliki Badan Perencanaan Daerah Tanjungjabung Barat yang bersumber dari BPS diketahui bahwa pada tahun 2015 angka prosentase kemiskinan di Tanjungjabung Barat 11,61 persen, setelah berjalan pemerintahan priode 2016-2021 Bupati Safrial dan wakilnya bertekad menurunkan angka kemiskinan dengan melaksanakan program kerja yang sangat menyentuh kepentingan rakyat banyak sehingga diharapkan dengan mengimplementasikan visi-misi yang diembannya dengan menjalankan kebijakan selaku kepala daerah dalam membangun daerah ini, “niat suci” menurunkankan angka kemiskinan dengan target 10, 25 hingga berakhir masa jabatan bupati-wakil bupati priode 2016-2021 telah mampu diwujudkan target tersebut. Menurut langkah-langkah setrategis Safrial-Amir Sakib pada tahun-tahun pertama dan kedua dalam pemerintahannya adalah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan guna “memutus rantai” isolir akibat akses jalan antar wilayah desa dan kecamatan belum seluruhnya dapat ditempuh melalui transportasi darat.”Kenapa Pak Bupati menjadikan prioritas utama dalam program kerja pemerintahannya adalah membangun infrastruktur jalan dan jembatan, sebab akibat akses jalan yang belum terhubung antar desa-desa dari dan keibukota kecamatan dan keibukota kabupaten mengakibatkan terhambatnya perekonomian masyarakat, juga warga yang sakit dan melahirkan sulit menjangkau layanan kesehatan akibat tertutupnya akses menuju layanan medis terdekat, lalu kemiskinan yang meninggi dengan daerah ini pernah menduduki ranking kedua di Provinsi Jambi sebagai wilayah termiskin/kumuh menurut penilaian pemerintah pusat, sehingga Pak Bupati bertekad membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi “kunci” dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan, pekerjaan besar menurunkan angka kemiskinan tentu tidak mudah namun program kerja pemerintah daerah yang bersinergikan dukungan masyarakat sehingga tercapai penurunan angka prosentase kemiskinan yang semula di 2015 berada pada posisi 11,61 persen, berlahan menurun 11,10, hingga 2019 terjadi penurunan mencapai 10,56 persen, telah terlihat secara signifikan pada angka prosentase yang hampir mendekati target, ungkap Kepala Bappeda Tanjungjabung Barat Ir. H Firdaus Khatab melalui Sektretaris Bappeda Feri yang diwawancara suaratanjab.com,Jumat (17/1) kemarin.

Kebijakan pembangunan daerah Tanjungjabung Barat tidak saja mengacuhkan kepada pola dasar yang diterapkan dalam RPJMD namun arahan pembangunan daerah ini adalah apa yang telah tertuang dalam kaedah-kaedah dan semangat membangun daerah ini yang tidak terlepas dari visi-misi pemerintah daerah periode berjalan sehingga mengejar seluruh¬† ketertinggalan¬†akibat ketersediaan insfrastruktur jalan dan jembatan yang belum seluruhnya terpenuhi yang ditargetkan dalam RPJMD. Pemerintah Tanjungjabung Barat priode ini hanya memiliki sisa waktu lebih kurang satu lagi dalam menuntaskan program kerja yang tertuang dalam RPJMD sehingga “haruskah berlari” kencang agar terwujudnya seluruh program kerja sebagaimana yang diagendakan dalam RPJMD tersebut.

Namun dalam suatu sesi wawancara dengan media di Kualatungkal tahun lalu (2019) Bupati Safrial mengeluarkan keterangan pers yang mengemukakan tentang gagasan dan pemikirannya didalam membangun Tanjungjabung Barat.’ Adapun program prioritas kedepan yakni insfrastruktur,kesehatan, pendidikan dan sebagainya sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat, yang paling prioritas adalah pembangunan insfrastruktur, jika insfrastruktur bagus tentunya ekonomi masyarakat menjadi lancar, hasil pertanian dan perkebunan bisa dibawa ke kota,”ungkap Bupati ketika itu.

Terpenuhinya pembangunan infra struktur jalan dan jembatan yang menjadi wujud hadirnya pemerintah dalam membangun daerah. Namun hal ini tidak terlepas dari peran penting yang diberikan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Tanjungjabung Barat yang membuat kajian dan perencanaan yang secara setrategis menjadi agenda kegiatan dan program kerja pemerintah yang terimplementasikan melalui hasil-hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Tanjungjabung Barat Ir. H Firdaus Khatab Rabu lalu (15/1) saat ditemui di ruang kerjanya mengemukakan rencana pembangunan daerah berkelanjutan hingga tahun 2020 ini selain masih prioritas pada pengembangan pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan, tahun ke empat priode 2016-2021 pemerintahan daerah ini juga fokus pada bidang pemberdayaan masyarakat.” Dari sisi sektor ekonomi kerakyatan mendapat porsi perhatian besar Pemkab Tanjungjabung Barat dengan mengembangkan ekowisata kopi, target kedua dalam misi ke RPJMD, namun kelancaran pengembangan ekowisata kopi dan ekowisata hutan mangrove Pangkal Babu dengan ketersediaan jalan dan jembatan yang menghubungkan antar desa-desa dan kecamatan akan meningkatkan efek multiplier (efek berganda) yang nanti hasilnya dapat dinikmati masyarakat, seperti meningkatnya kunjungan wisata ke Kualatungkal adalah dampak multiplier effect,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah Tanjungjabung Barat mematuhi hal-hal yang tertuang dalam RPJMD dengan “meramu” program kerja pembangunan daerah yang memiliki ketahanan didalam menstabilkan kondisi dan perkembang an kehidupan masyarakat dari berbagai sektor, sehingga dalam menyikapi kepentingan rakyat banyak langkah-langkah progresif pemerintah priode terus menstimulus masyarakat secara ekonomis melalui pembangunan insfrastruktur berkelanjutan guna memberikan pelayanan terpadu kepada masyarakat dengan sinergi seluruh perangkat kerja daerah melalui instansi terkait dalam seluruh sektornya, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perikanan, pertanian, perkebunan, sosial dan budaya serta sektor kepariwisataan, peningkatan kesejahteraan masyarakat diharapkan tercapai.”Dalam memanfaatkan potensi dan sumberdaya alam seluruh sektor diberdayakan sehingga meningkatkan daya saing daerah disektor ekonomi berperan penting dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, masyarakat yang sehat akan memiliki potensi mengurangi angka kemiskinan, karena dengan tubuh yang sehat berkinerja lebih maksimal dan harus diingat daerah kita angka stunting masih tinggi ( pertumbuhan anak pendek dan kurang gizi ) akibat kemiskinan hal ini menjadi pekerjaan pemerintah menghapus stunting didaerahnya dan itu harus dilakukan, karena itu perencanaan pembangunan daerah hendak dapat berkorelasi yang berdampak turunnya angka kemiskinan dengan pengelolaan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang secara maksimal mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini akan membuktikan pembangunan telah memberikan hasil positif untuk menciptakan masyarakat masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan,” ungkap H Firdaus, menutup bincang-bincang bersama suaratanjab. Com siang itu dikantornya.

Negeri “Serengkuh dayung serentak ketujuan” sedang “mempercantik wajahnya” berkembangnya sektor pariwisata didaerah ini diharapkan jadi “etalase” kesuksesan pembangunan daerah, Pangkal Babu menjadi harapan bertumbuhnya ekowisata Hutan Mangrove menjadi destinasi dambaan wisatawan berkunjung ke Tanjung jabung Barat (rin)

Bupati meninjau proyek jalan menuju Pelabuhan Roro

Komentar

News Feed