oleh

Kedatangan 192 Jamaah Haji Disambut Tangis Haru

jamaah-haji-dKUALA TUNGKAL – Sebanyak 194 jamaah haji asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 embarkasi Batam telah usai melaksanakan ibadah haji musim haji 2016.

Namun dari 194 jamaah haji asal Tanjab Barat tersebut hanya 192 Jamaah yang sampai ke Kota Kuala Tungkal. Kedatangan 192 jamaah haji itu, disambut tangis haru oleh keluarga yang sejak pukul 08.00 wib menunggu kedatangan mereka.

Kasi Haji Kemenag Tanjab Barat, H. M. Yunus dikonfirmasi awak media perihal kedatangan 192 jamaah haji asal Tanjab Barat yang diberangkatkan dari Jambi pada hari Kamis (6/10) pagi dan sampai di Kuala Tungkal pada pukul 11.00 wib.

“Alhamdulillah sesuai dengan jadwal yang ditentukan PPIH Provinsi jambi, jamaah haji asal Tanjab Barat, yang sampai pada pukul 11 siang, dalam keadaan sehat wal afiat,” ungkapnya pada media ini kamis (6/10).

Dikatakannya, kenapa hanya 192 jamaah yang pulang ke Tanjab Barat, hal ini dikarenakan dari 194 jamaah Haji asal Tanjab Barat yang berangkat, 2 (dua) diantaranya ada yang ditanazulkan dan sakit.

“Dari awal jamaah haji itu memang sakit dirawat di mekah, lalu sembuh. Tapi saat pualng ke jambi sakit lagi dak sekarang dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi,” tutur Yunus.

Untuk jamaah yang saat ini dirawat di RSUD Raden Mattaher itu, kata H. Yunus merupakan warga Kecamatan Tungkal Ilir, atas nama Muhairiyah bin Aini (60). “Untuk sakitnya sendiri itu komplikasi,” terang H. M. Yunus.

“Untuk sekarang ini perawatan yang dijalani jamaah haji itu semua biaya ditanggung Pemerintah hingga sembuh,” tambahnya.

Selain ada jamaah yang sakit, ada juga satu orang jamaah yang ditanazulkan atau dipulangkan lebih awal. Dikarenakan izin cuti kerja jamaah tersebut terbatas.

“Jamaah itu atas nama pak mukhlis mantan Sekda kita Tanjab Barat dulu. Beliau dipulangkan seminggu sebelum ke madinah. Dimadinahkan 9 (sembilan) hari jadi beliau pulang sebelum itu,” bebernya.

Dijelaskannya, beliau inikan seorang pejabat, jadi dalam persyaratan tanazul atau dipulangkan lebih awal itu ada dua. “Pertama karena sakit, kedua masa cuti pejabat,” katanya.

“Dan untuk rukun hajinya beliau (H. Mukhlis,red) sudah menyelasaikan semuanya,” tukas H. M. Yunus.

Terpisah, Sukiyem (54) warga Tungkal Ulu saat ditemui awak media mengatakan sangat bersyukur fasilitas yang sediakan cukup maksimal. “Selama perjalanan menuju Kota Suci Mekkah alhamdulillah berjalan lancar. Pelayanan baik dari Negara Indonesia dan Penyambutan di Saudi Arabia cukup menyenangkan,” bebernya.

Ia menuturkan, memang ada sedikit kendala jauhnya makhtab dari Masjidilharam sehingga menyebabkan saat naik bis agak berdesakan.”Tapi isnyaallah kalau kita bersabar semua bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Selain itu diakuinya cuaca di Saudi Arabia sangat panas berbeda dengan di Indonesia.”Tapi niat kita ikhlas untuk ibadah semua bisa dilewati,” katanya.

Disinggung pengalaman sangat mengharukan saat melaksanakan Ibadah Haji?, Sukiyem mengatakan saat dirinya memegang ka’bah dirinya teringat dengan keluarga.”Karena kasih sayang allah kita bisa melihat ka’bah secara dekat saat itulah kita merasa terharu,” tuturnya.

Dengan selesainya menunaikan ibdah haji, dirinya berharap bisa menjadi haji mabrur yang diterima Allah S.W.T, dan juga bagi saudara-saudara dan keluarga yang belum kesana mudah-mudahan juga bisa kesana.

“Kalau Allah S.W.T mengizinkan diberi rezeki, Insyallah saya ingin berkunjung kesana bersama keluarga,” tutupnya.*BS/RIN

 

Komentar

News Feed