oleh

Hutan Mangrove menjadi Destinasi ekowisata berkat tangan dingin Pemda

Pemkab Tanjabbar “Sulap” Hutan Mangrove Jadi Detinasi Ekowisata

Suaratanjab. Com-KUALATUNGKA

Sejak tahun lalu Pemkab Tanjungjabung Barat membangun kawasan hutan konservasi Parit VII Pangkal Babu Desa Tungkal I Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjungjabung Barat menjadi lokasi Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove kini setelah diresmikan oleh bupati pada 31 Desember 2019, berduyun-duyun setiap hari warga Kualatungkal dan sekitarnya melakukan kunjungan wisata di tempat tersebut. Sehingga pemerintah daerah ini berencana meningkatkan kafasitas sarana pendukung guna memberikan beragam nuansa yang menghadirkan pilihan wisata secara tematik , sesuai potensi sumber alam yang ada di sini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanjungjabung Barat Otto Riyadi yang dikonfirmasi Halo Jambi News melalui Kepala Bidang Pariwisata Mardius di ruang kerjanya mengungkapkan Jumat (31/1) bahwa pihaknya tidak akan berhenti berinovasi untuk kemajuan pariwisata di Tanjungjabung Barat meski secara bertahap sesuai alokasi angggaran yang ada baik berasal dari dana APBD Tanjungjabung Barat atau melalui dana pemerintah pusat (DAK) kegiatan pengembangan destinasi wisata di negeri “Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan” akan dilaksanakan secara berkelanjutan guna daerah ini kelak tercacat sebagai lokasi tujuan wisata yang dikenal luas baik ditingkat regional (Provinsi Jambi) maupun di tingkat nasional,” Sangat besar harapan kita seluruh kekayaan alam semula jadi yang dimiliki daerah kita dan berpotensi sebagai objek wisata yang dapat dikelolah dan dikembang menjadi kawasan kepariwisataan daerah ini tentu akan dikembangkan potensi tersebut dan sangat banyak rupa-rupa kekayaan alam yang dimiliki Tanjungjabung Barat guna diangkat potensinya menjadi objek wisata yang menarik namun sesuai dengan angggaran daerah serta rencana strategis pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJMD kita memperjuangkan untuk terwujudnya Tanjungjabung tercacat dalam peta nasional sebagai destinasi wisata dengan beragam objek wisata yang dapat dinikmati wisatawan yang datang berkunjung ke Tanjungjabung Barat,” ungkap Mardius.

Setelah tahun lalu dikatakan Mardius Pemkab Tanjungjabung menerima dana DAK yang dialokasikan Kementerian Pariwisata RI yang dimanfaatkan pembiayaan pembangunan kawasan Pangkal Babu sebagai destinasi Ekowisata Hutan Mangrove. Sehingga pemerintah daerah ini gencar melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan insfrastruktur yang diharapkan mendukung tata laksana penyelenggaraan event pariwisata daerah ini serta pengembangan objek wisata.” Kawasan hutan konservasi mangrove salah satu objek wisatanya adalah tanaman bakau, namun ada banyak sektor yang bisa diangkat setelah kawasan ini dikembangkan, seperti pertanian,perkebunan, perikanan, kehutanan sehingga secara tematis kawasan ini mendukung sebagai kawasan wisata terpadu nantinya kedepan, karena ada banyak sektor yang diberdayakan sebagai objek wisata itu sendiri.” sebut Mardius.

Dinas Pariwisata Tanjungjabung menurut Mardius telah mempertajam seluruh potensi objek wisata yang dimiliki daerah ini sesuai indikasi alam daerah ini dari hulu hingga hilir, jika dibagikan hilir terdapat perairan laut dan sungai semua itu berimplikasi sebagai objek wisata bahari yang bisa dikembangkan dengab tutupan hutan mangrove yang dimilikinya. Untuk bagian hulu pula terdapat potensi air terjun yang belum digarap sebagai objek wisata secara maksimal.”Kekayaan alam daerah kita ini tidak ketinggalan dari daerah lain namun memang belum dilakukan pengembangan secara maksimal dan terpadu, karena pemerintah juga masih fokus membangun insfrastruktur jalan dan jembatan agar terputusnya mata rantai isolir wilayah perdesaan yang belum terhubung transportasi darat sehingga itu yang dilaksanakan percepatan pembangunannya, namun sektor wisata telah pula menjadi perhatian besar Pemkab untuk mengembangkannya,” ujar Mardius.

Mengenai pengembangan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pangkal Babu Mardius mengungkapkan pihaknya dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanjungjabung Barat untuk tahun ini telah berencana akan meningkatkan kafasitas sarana dan prasarana pendukung guna objek wisata mangrove tersebut semakin menarik wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut.” Kita siap tahun ini menindaklanjuti pembangunan kawasan mangrove Pangkal Babu baik insfrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan dari pusat Kota Kualatungkal dari berbagai arah, pembangun fisik akan dilanjutkan dengan kita mempersiapkan secara menyeluruh sehingga kesiapan insfrastruktur jalan menuju destinasi wisataommlv menjadi kunci suksesnya objek wisata tersebut dikunjungi oleh banyak wisatawan,” ucap Mardius.

Melanjutkan keterangannya Mardius mengatakan pihaknya tetap akan mengusulkan setiap tahunnya untuk alokasi anggaran daerah guna penyempurnaan berbagai fasilitas wisata yang dibutuhkan.” Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove di Pangkal Babu saat ini masih jauh dari lengkap, dibutuhkan berbagai wahana yang mampu menarik banyak pengunjung untuk datang ke lokasi ini, tempat bersantai bagi pengunjung yang datang berombongan akan kita perluas, fasilitas kolam pemancingan juga akan kita siapkan, untuk memberdayakan SDM pemuda di desa Tungkal 1 kita akan melibatkan mereka untuk berkreasi dengan membangun “rumah pohon” tanpa merusak pohon mangrove ada, tempat photo selfi yang akan siapkan, kepada Pak Kades kita minta mengkoordinir pemuda disini untuk turut berpartisipasi aktif mengembangkan destinasi hutan mangrove ini, selain itu kita juga akan membuat publikasi dijurnal wisata tentang keberadaan Destinasi Ekowisata Hutan Mangrove Pangkal Babu yang berada di Kabupaten Tanjungjabung Barat guna percepatan kunjungan wisatawan ke lokasi ini,8 sehingga semakin meluasnya informasi kepada masyarakat tentang hutan bakau yang menjadi objek wisata alam yang menarik,” tutur Mardius.

Selain itu pihaknya disebut Mardius juga memberikan kesempatan pihak dunia usaha untuk menggelar event ditempat ini.” Untuk lebih memperkenalkan destinasi Ekowisata Hutan Mangrove Tanjungjabung Barat kita akan ajak pihak swasta atau pelaku bisnis untuk menggelar event di sini setelah berbagai fasiltas kita lengkapi,” katanya menutup keterangan. (rin/hms).

Komentar

News Feed