oleh

DUGAAN PUNGLI OLEH LURAH LUBUK KAMBING

Suaratanjab.com-Kuala Tungkal

Adanya pengaduan dari masyarakat kelurahan LUBUK KAMBING kecamatan Renah Mendaluh kepada Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) GANK tentang kinerja Lurahnya yang bernama M.Yani,dimana mereka duga sudah masuk kategori PUNGLI,dugaan pungli tersebut sudah dilaporkan LSM.GANK dengan membawa bebrapa surat tertulis perihal pengakuan masyarakat ke Polres Tanjung Jabung Barat dan diterima oleh petugas dari kepolisian setempat.

Perbuatan yang diduga pungli tersebut antara lain:

1.Pemotongan atau ditetapkannya 10% dari setiap transaksi penjualan lahan kebun masyarakat,dan jika ada masyarakat yang tidak mau,maka akte jual beli tidak akan diterbitkan oleh kelurahan lubuk kambing.

2.Ditetapkannya biaya pembuatan sertifikat Prona untuk satu sertifikat Rp.2.000.000,-,padahal untuk sertifikat Prona masyarakat dibebaskan biaya alias gratis.

3.Pembuatan Sporadik sebesar Rp.500.000,-perlembar

4.Pemotongan Honor RT sebesaran sekitar Rp 100.000.- s/d Rp 150.000,-perTriwulan tanpa melakukan musyawarah pada semua RT yang ada di kelurahan Lubuk Kambing.

5.Penyelewengan beras Raskin,dimana jumlah kuota penerimaan tidak sesuai dengan data dan realisasi yang diterima disetiap RT yang ada di kelurahan Lubuk Kambing.

Dugaan pungli tersebut jika terbukti benar sudah melanggar UU TIPIKOR pasal 12 ayat a yang berbunyi “ Pegawai Negeri atau Penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patutu diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan atau melakukan sesuatu dalam jabantannya yang bertentangan dalam kewajibannya “

Seharusnya setiap pejabat yang sudah di sumpah ketika mau duduk disinggasana jabatannya,merasa malu dan tidak boleh melakukan apapun pungutan kepada masyarakat,sebab pejabat tersebut sudah menerima gaji,Wartawan suaratanjab.com melalui telpon mau konfirmasi berita ini ke Pak Lurah M.Yani,tetapi hp beliau tidak aktif.(RIN)

image

Komentar

News Feed