oleh

DUGAAN PUNGLI DI LUBUK KAMBING SUDAH ADA SEJAK TAHUN 2013

Suaratanjab.com-Kuala Tungkal

Pada tanggal 10 Mei 2013 masyarakat kelurahan Lubuk Kambing pernah menyampaikan keluhannya kepada Bupati Tanjung Jabung Barat(Bapak Usman Ermulan.red) tentang sepak terjang Lurah mereka yang bernama M.YANI dimana sejak lurah tersebut dilantik masyarakat merasa resah dan sakit akibat tingkah laku dan kebijakan pak Lurah yang memperlihatkan gaya OTORITER seolah-olah dialah penguasa yang harus dituruti tanpa ada kompromi,hanya peraturan pak Lurah yang berlaku,tidak ada kata musyawarah apalagi mufakat.

Masyarakat Lubuk Kambing dalam suratnya meminta agar lurah mereka diganti oleh Bupati sebab masyarakat sudah merasakan dampak dari Otoriternya pak lurah,dalam pengaduanya,masyarakat membawa juga surat pernyataan yang ditanda-tangani oleh secara bersama-sama dengan membawa juga bukti tertulis atau pernyataan tentang adanya dugaan bukti-bukti pungli pak Lurah pada masyarakat Lubuk Kambing.

Dalam surat pengaduannya masyarakat Lubuk Kambing mempunyai beberapa pengaduan,diantaranya :

1. Motor dinas Kelurahan hasil dari pemenang lomba PBB(Pajak Bumi dan bangunan) tingkat Propinsi Jambi ditinggalkan dirumah pak Lurah yang dijambi semenjak tahun 2012 .

2. Penambahan RT dikelurahan Lubuk Kambing dari 6(enam) RT menjadi 10(sepuluh) RT,tapi yang 4(empat) RT lagi tidak jelas siapa orangnya.

3. Motor Dinas dan Kulkas Milik Puskesmas Lubuk Kambing tidak pernah dikembalikan padahal barang tersebut Infentaris Kantor.

4. Fee untuk desa dari perusahaan-perusahaan tetangga tidak pernah diketahui kemana larinya.

5. Pembuatan sertifikat Prona dipungut biaya Rp 2.000.000.-persertifikat

6. Dana TKK(Tenaga Kerja Kontrak) tidak jelas siapam penerimanya padahal dana TKK sudah diterima oleh Pak Lurah.

7. Dikenakannya biaya administrasi jual beli tanah sebesar 10% dari harga jual

8. Tidak adanya kemajuan pembangunan dikelurahan Lubuk Kambing sejak Pak Lurah M.Yani dilantik.

Sejak Pengaduan digulirkan ke meja Bupati(10/5/2016) sampai sekarang tidak ada tanggapan dari Pemerintah daerah,oleh karena itu masyarakat Lubuk kambing kembali mempertanyakan persoalan mereka dan mereka mendatangai Lembaga Swadaya Masyarakat “Lembaga Pengawas Pembangunan dan Pelaporan Tindak Pidana Korupsi Jambi”(LSM.LP3 TKJ) untuk melaporkan Lurah mereka atas dugaan Pungli,dan pada hari Senin(01/11/2016) LSM.LP3 TKJ yang diketuai oleh Saudara BAHTIAR melaporkan dugaan korupsi tersebut ke Polres Tanjung Jabung Barat.(RIN)

imageimage

Komentar

News Feed