oleh

Dugaan Dewan ada Intervensi di ULP dan LPSE

SUARATANJAB.COM.KUALATUNGKAL – Adanya dugaan intervensi lelang di LPSE Tanjabbar maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tanjabbar. Hal ini menjadi sorotan DPRD Tanjabbar.

Bahkan, Wakil Ketua DPRD Tanjabbar Ahmad Jahfar ikut berkomentar soal adanya intervensi lelang sejumlah proyek besar di Tanjabbar ini.

“Ya petugas ULP harus benar dan jujur. Aturan sudah tegas. Tender terbuka,” kata Ahmad Jahfar.

Bahkan, Jahfar menghimbau kepada petugas LPSE Tanjabbar maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk menolak secara tegas intervensi dari pihak
lain. Proses lelang harus berjalan sportif, transparan dan sesuai aturan. Lanjutnya, jika ada intervensi dari pihak lain, petugas pokja harus tegas menolaknya.

“Semestinya tidak ada dan tidak perlu ada yang namanya pengaman proyek. Butuh komitmen semua pihak agar pelaksanaan proyek bisa berjalan fair,” ujar politisi muda Partai Golkar Tanjabbar ini.

Dikatakannya, seandainya ada pihak yang kalah dalam proses lelang, ada hak sanggah oleh peserta lelang jika tidak puas dengan keputusan panitia.

Tak hanya itu, Jahfar menegaskan, paket pekerjaan 2017 agar segera dilaksanakan secepatnya, jangan sampai numpuk di akhir tahun anggaran.

Berkaca dari tahun sebelumnya, banyak proyek dilaksanakan asal asalan. Kendala alam juga wajib dijadikan pelajaran. “Mutu harus diperbaiki, sementara pengawasan tidak jalan,” timpalnya.

Informasi yang dirangkum Radar Tanjab.com sampai bulan ini setidaknya ada 16 item pekerjaan baik fisik dan non fisik yang dilelangkan di LPSE Kabupaten Tanjabbar. Anggaran pekerjaan bervariasi mulai ratusan juta rupiah hingga puluhan miliar rupiah.

 

image

Komentar

News Feed