oleh

Dua Kakak Beradik Diduga Ditelantarkan Orangtuanya Datang Saat Dibawa ke Panti Asuhan

KUALATUNGKAL-Dua kakak beradik Berliana Fikantania (10) dan Hakim (8) adalah dua anak selama lebih sepuluh hari ditinggal pergi begitu saja oleh orangtuanya saat menginap di penginapan Melati Kualatungkal beberapa waktu, kondisi kedua bocah tersebut kemudian menjadi perhatian pemilik penginapan karena orangtua kedua bocah ini tidak kunjung kembali sejak 23 Oktober lalu, namun saat anak dibawah umur ini akan diititpkan oleh instansi terkait kepada salah satu Panti Asuhan di sini, ternyata sang orangtua yang sempat diduga sengaja menelentarkan anak-anaknya tersebut telah kembali dari perjalanan mereka dangitu saja mengaku menyesal meninggal anak di tempat asing.

Hasil pantauan kemarin Rabu (2/11) kedua bocah yang awalnya diduga ditelantarkan orangtuanya tersebut tidak terlihat cemas, ketakutan dan tertekan mereka bahkan menonton televisi dengan santai diruang lobi rumah penginapan yang ditumpangi keduanya. Suara Tanjab mencoba mengajak kedua anak kecil ini berkomunikasi dari keduanya diketahui telah berhari-hari ditinggal orangtua tanpia mengetahui kemana orangtuanya pergi setelah mereka sejak awal Oktober tinggal dipenginapan, ” Katanya bapak dan ibu akan pulang dalam waktu 3 atau 4 hari,” ujar Berliana.

Kedua orangtuanya menurut Berliana adalah YH dan MS yang memiliki pekerjaan sebagai tukang servis keliling peralatan listrik dan kehidupan mereka selalu berpindah, “ Kami punya rumah di Damansara (Sumbar) tapi kami pindah dan tinggal di Tembilahan, kami berangkat ke sini dari Tembilahan,” kata Berliana.

Pemilik Penginapan Melati Farida (41) dikonfirmasi Radar Tanjab soal kedua bocah tersebut mengatakan orangtua kedua anak meninggalkan anaknya begitu saja setelah cek out dari penginap pada tanggal 23 Oktober,” Profesi orangtua anak ini sebagai tukang servis keliling dan mereka menginap disini sejak 4 Oktober saat akan meninggalkan penginapkan mereka suami istri telah menyelesaikan sewa penginapan tapi kedua anaknya ditinggal disini, selama beberapa hari ini sejak ditinggal orangtuanya kakak beradik itu saya rawat dengan baik, masalahnya kedua orangtuanya ini tidak ada informasi kepada kami kapan akan kembali dan bagaimana dengan dua anaknya yang ditinggal disini, kami sudah koordinasikan masalah ini kepada instansi terkait yang datang kesini, jika orangtuanya beberapa hari lagi tidak datang kita akan titip sementara ke Panti Asuhan,” ungkap Farida.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanjungjabung Barat Ismunandar SH didampingi Kabid Sosial Zamzami stafnya Fajar Perdana saat dimintai keterangan terkait dugaan penelantaran anak mengatakan bahwa pihaknya memfasilitasi untuk penempatan sementara kedua kakak-beradik ini (Berliana dan Hakim) untuk dititip sementara ke Panti Asuhan, “ Kami sudah menghubungi pihak Panti Asuhan untuk menampung kedua anak ini sementara waktu jika orangtuanya kembali kita akan serahkan kepada orangtuanya lagi.

Namun Sekitar pukul 15.30 Wib kemarin Kamis (2/11) Radar Tanjab menerima informasi dari pihak Fasilitator PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) Tanjungjabung Barat Ir Ening Rosmiati yang juga adalah Kabid Pemberdayaan Perempuan Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Tanjungjabung Barat bahwa orangtua kedua anak tersebut telah kembali dari kepergian mereka, “ Orangtuanya baru saja datang dari Tanjungjabung Timur dan akan mengambi kembali anaknya dari Panti Asuhan, saya bersama pihak Disosnakertrans akan mendampingi saat kedua anak tersebut diserahkan kembali ke orangtuanya, hanya dalam waktu lebih kurang tiga jam setelah kami fasilitasi bersama instansi terkait penempatan anak ini ke Panti Asuhan ternyata orangtuanya kedua anak itu telah kembali ke Kualatungkal dan akan kita serahkan kembali anaknya,” ungkap Ening.

Ayah dan ibu Berliana dan Hakim dikatakan Ening terlihat menyesal dan malu telah diduga melakukan penelantaran anak dan berjanji tidak akan meninggalkan anak-anaknya, “ Kami menyarankan kepada ibu anak-anak ini untuk menetap disuatu daerah/tempat dan tidak ikut berkeliling bersama suami mencari nafkah, karena kasian anak-anaknya yang ditinggal terus oleh orangtuanya, dari komunikasi yang saya lakukan bersama pihak Dinas Sosial kepada orangtua Berliana dan Hakim akhirnya ibunya berjanji tidak meninggalkan anak-anak lagi,” ujar Ening, menutup keterangannnya. (ifa)

kekerasan-terhadap-anak


 

Komentar

News Feed