oleh

DPRD Tanjab Barat Soroti Kinerja PLN

SUARATANJAB.COM, KUALA TUNGKAL – Hingga 51 tahun sudah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, namun kebutuhan akan energi listrik di daerah itu belum sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat secara keseluruhan. Bahkan kondisi PLN belum menunjukan hasil yang memuaskan.

Hal ini diungkapkanm Herry Juanda, SH. Anggota Dewan Fraksi Demokrat Hanura, ia menilai perhatian PLN sangat kurang dalam mengatasi kekurangan energi listrik. Mengingat persedian Gas bersumber dari sumur Rivah 19 sebagai penggerak pembangkit listrik di PLTG Tanjung Jabung Power (TJP) kian hari menipis dieksploitasi.

“Setidaknya ada feedback ke kita. Perhatikan juga kita, apa yang dibutuhkan daerah kita,” ungkap Herry Juanda, Senin (14/11).

Padahal dalam mengatasi kekurangan energi listrik ini, selain menyediakan jaringan listrik, Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat sudah berupaya melakukan lobi ke PLN S2JB wilayah Sumbagsel untuk mengatasi kekurangan listrik itu sendiri.

“Masak iya kita punya energi, tapi kita gelap. Jangan sampai kita turun kejalan untuk, baru mau perhatian,” kata politisi Hanura itu.

Selain itu dirinya mengecam apa yang dilakukan PLN Wilayah Sumbgsel. Dimana pada saat digelar pertemuan yang dihadiri Bupati, pihak PLN Sumbagsel justru tidak mengahdiri pertemuan.

“Mereka sepertinya menyepelekan Pemerintah. Undangan yang mereka sampaikan, mereka pungkiri. General Manager PLN Wilayah Sumbagsel sendiri tidak menghadiri rapat tersebut. Yang diutus hanya perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan,” kesalnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Alamsyah, SH anggota Fraksi Gerindra, dimana masih banyak kabel-kabel PLN di fasilitas umum yang telanjang mengancam keselamatan masyarakat.

“Khususnya di tempat atau fasilitas umum itu diperhatikan, jangan semeraut, kita tidak ingin kejadian seperti di Merlung 5 November lalu terulang, ini kategori kelalaian PLN,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Safrial menyebutkan Pemerintah Daerah selama ini telah berjuang untuk menyelesaikan krisis listrik yang dialami Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Mudah-mudahan keluhan kita ini bisa didengar pihak PLN bahwa kita saat ini butuh,” ungkap Bupati.

Kita sudah dapat juga gas 5 MMTUD yang ada di Pematang Lumut. Kemarin kita sudah meminta kepada pihak PLN, agar PLTG dipindahkan kesitu, dan PLTG bersama PLN sudah oke. Tinggal lagi berapa per KWH nya. Berarti itu bukan urusan kita lagi, selanjut ada di PLTG dan PLN,” tambah Bupati.

Masih dikatakan Bupati, Pemda sejauh ini sudah cukup membantu pihak PLN, baik mencari gas maupun investornya.

“Kita sudah mengantar dengan telah mencarikan gasnya, kemudian sudah mencari investor untuk membangun pipanya dan itu sudah dapat,” kata Bupati.

Dimana lokasi yang PLTG yang dipindahkan tersebut? Kata Bupati pembangunannya ada di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara tepatnya di belakang base camp Perusahaan Petrochina.

“Jadi lokasi yang lama dipindahkan dikarenakan gas tidak ada lagi disana, karena dahulu kontraknya berbunyi rivah, seharusnya jangan berbunyi. Karena selagi ada gas di Petrochina mereka harus kirim, kini sumur rivah tersebut telah habis,” sebut Bupati.

Dijelaskan bupati dirinya telah memberitahu kepada perusahaan yang baru, kontrak dengan SKK Migas jangan lagi berbunyi sumur gas tertentu. “Akan tetapi gas dari Perusahaan Petrochina,” tandasnya. (RIN)

 

image image image

Komentar

News Feed