oleh

Bupati menganggap PLN Kuala Tungkal Hanya bisa mengumbar janji

SUARATANJAB.COM-Menilai kurang optimalnya pelayanan PLN di Wilayahnya, Pemkab Tanjabbar mengirim surat ke PT PLN Pusat.

Kondisi ini terlihat dari dampak seringnya pemadaman listrik yang menggangu aktifitas masyarakat.

“Saya sudah panggil Ginting (Manager PLN Rayon Kuala Tungkal-red), dan saya sudah teken surat untuk ke PLN pusat saya tembuskan ke Presiden, saya tembuskan ke Kementrian,”tandas Bupati Tanjab Barat, Safrial,MS, Kamis (08/12).

Bupati mengaku jenuh dengan sikap “plin plan” dari PLN rayon Kuala Tungkal yang tidak dapat menyelesaikan masalah krisis listrik di Tanjab Barat dalam dua bulan terakhir ini.

“Pihak PLN dianggap tidak komperatif dengan nego harga jual beli KWH yang dinilai bupati masih sangat rendah. Sebetulnya PLN ini bisa kenapa tidak. Tapi nego jual beli KWH nya kecil, gimana saya bilang.”

“Kalau terjadi apa apa jangan salahkan saya. Saya udah ingatkan pada pak Ginting. Apalagi gas kita saat ini sudah berlebih, tinggal PLN-nya lagi yang kini plin plan,”sesal Safrial dengan nada tinggi.

Bupati menjelaskan, akar persoalan krisis listrik yang dialami Tanjab Barat saat ini berada di pihak PLN, karena Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Tanjab Barat talah bersedia memindahkan pengoprasiannya ke daerah desa Muntialo, Kecamatan Betara, namun saat ini terkendala oleh harga jual per KWH dari PLN.

“PLTG mau memindahkan, tinggal lagi harga jual per KWH,”jelasnya.

Bupati juga meminta PLN jangan hanya mengumbar janji kepada pemerintah daerah mampu mengatasi krisis listrik namun tak direalisasikan.

“Saya ingatkan kalau terjadi apa apa jangan salahkan saya. Ya PLN selalu molor molor, itukan tinggal harga jual perkwh nya sekarang. PLTG juga kalau mau hidupkan harus untung, inikan keuntungan orang mau diatur,”tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seringnya pemadaman listrik karena diduga kurangnya pasokan daya listrik PT PLN.

Dalam sehari saja pemadaman bisa terjadi hingga sampai 3 kali.”Sudah sering nian lampu padam, kaya orang sakit minum obat aja. Kadang kadang 2 sampai 3 kali sehari. Bukan apa apa selaku masyarakat selain terganggu kami takut tv, lampu rumah, pengukus nasi listrik di rumahni nanti bisa pada rusak, “ujar Ari, salah seorang warga Kuala Tungkal.

Hal senada diungkapkan Mirwan warga desa Tanjung Bojo, kecamatan Batang Asam. Mirwan mengungkapkan, selaku warga kabupaten Tanjab Barat dirinya mengaku resah dengan kondisi listrik yang saat ini sering padam.

Menurut Mirwan listrik sering kali padam terutama disaat magrib dan subuh.

”Sering nian mati lampu pas orang magriban dan adzan subuh. Siang juga sering hidup mati sampai dua kali sehari, kadang sebentar kadang juga agak lumayan lama,”ungkapnya.

Menyikapi ini, Anggota Komisi ll Dprd Tanjab Barat, Heri Juanda mengatakan, Dewan menginginkan perhatian khusus dari pihak PT. PLN mulai dari struktur organisasi di Kuala Tungkal hingga ke pusat.

”Kita akan turun kejalan kalau memang belum ada perhatian juga dari PLN. Kita dukung kegiatan yang dilakukan oleh Bupati. Mereka (PT. PLN) sepertinya menyepelekan pemerintah. Undangan rapat yang disampaikan ke mereka (PT. PLN) dipungkiri dengan tidak menghadirinya. GM PLN wilayah Sumbangsel tidak menghadiri dengan alasan tidak masuk akal,”kata Heri Juanda.

Politisi Demokrat ini menuturkan, selaku wakil rakyat dirinya merasa takut Kabupaten Tanjab Barat yang merupakan daerah kaya sumber energi penghasil gas terbesar di Provinsi Jambi terancam gelap gulita karna permasalahan dari pihak PLN.

”Sangat disesalkan, disaat kita sudah sangat banyak membantu PLN dengan banyaknya jaringan yan sudah kita bangun dan nantinya bakal kita serahkan ke PLN. Maksudnya PLN itu ada perhatianlah sama kita, perhatian terhadap kebutuhan yang ada di daerah kita yakni energi listrik,”tuturnya.

Dia menegaskan, secara keseluruhan saat ini listrik PLN belum dinikmati oleh sebagian masyarakat Kabupaten Tanjab Barat.”Wlayah Yang belum teraliri listrik itu kecil, mungkin presentasinya 30-40 persen. Yang kita maksud secara keseluruhan kita akan kegelapan kalau Rivah itu tidak bisa difungsikan kedepan. Secepatnya mereka (PLN) harus pikirkan energi listrik kita terutama PLN mulai dar tingkat ranting hingga ke pusat,”tegasnya.

Juanda mengaku miris dengan pemadaman yang dilakukan PLN, terutama di wilayah Kuala Tungkal yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Tanjab Barat.”Terutama di parit dua sering dilakukan pemadaman di malam hari. Dan ini diharapkan jangan lagi menimbulkan permasalah baru karna hdup matinya listrik tadi,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Kualatungkal, Arham Ginting, baru ini, membenarkan pemadaman listrik karena ada perbaikan jaringan di beberapa tempat.

Arham juga membenarkan adanya pemadaman bergilir akibat perbaikan. Namun dalam surat pemberitahuan, Arham tidak menjelaskan kapan perbaikan akan selesai dan waktu giliran pemadaman yang berlangsung
(*)

 

image image imageW

Komentar

News Feed