oleh

Bawaslu akui sulit Buktikan Politik Uang

Suaratanjab. Com-KUALATUNGKAL

Politik Uang diakui atau tidak pada Pemilu 2019 ternyata masih sangat mewarnai proses pelaksanaan Pemilu tersebut, namun permainan “uang” dalam “membeli” suara bukanlah sekedar kabar bohong, pihak penyelenggara Pemilu sendiri mengakui bahwa terjadi politik uang, Bawaslu sulit membuktikannya.

Hal ini diungkap oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jambi Wen Arifin Rabu (23/10) saat menjadi Nara Sumber pada kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif  terkait penanganan Pelanggaran Pemilu 2019 yang bertempat di salah satu hotel di Kualatungkal yang di gelar oleh Bawaslu Tanjungjabung Barat.

Menurut Wen pihaknya selama proses Pemilu 2019 banyak sekali mendapat laporan dan temuan terkait indikasi politik uang dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi namun saat ditindak lanjuti informasi tersebut pihak mengalami kesulitan dalam buktian fakta di TKP,” Tentang politik uang sudah diungkap, karena susahnya melakukan pembuktian dan itu terjadi secara masif,” ujar Wen dihadapan para peserta sosialiasi yang berasal dari berbagai elemen masyarakat di Kualatungkal.

Kepada peserta sosialiasi Wen mengajak untuk memikirkan suatu setrategi kedepan dalam menghadapi politik uang yang akan terus marak pada proses pelaksanaan Pemilu, ” Perlu cara meminimalisir potensi money politic dan ini menjadi tantangan dalam melakukan penindakan pelanggaran Pilkada Serentak 2020,” ungkap Wen.

Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipasif dalam rangka Kilas Balik Penanganan Pelanggaran Pemilu 2019, hari telah berlangsung dengan diikuti 100 orang beserta yang berasal dari kalangan instansi pemerintah, media, LSM, mahasiswa serta tokoh-tokoh masyarakat se Kualatungkal. (Ifa/Rin)

Komentar

News Feed